Grand Palace dan Wat Pho (Bangkok Hari #2)

Bangkok, Hari ke dua  (7 Jan 2020), saat check-in di hostel  2W Bed and Breakfast Bangkok saya melihat tulisan  kalau makan pagi  di  sajikan  jam 10:00AM agak ragu ko  siang banget  tapi ya  sudahlah,  toh jadwal  hari ini hanya ke  satu titik saja lalu malamnya akan berangkat ke Laos. Jadi tidak terburu  buru.  Hari pertama kami dapat di lihat  di sini Link ini
Grand Palace  (Dok.Pribadi)
Rencana  pagi  ini  tempat yang  akan  kami datangi  yaitu Wat  Pho,  Grand Palace dan Wat  Arun yang letaknya tidak berjauhan  tapi  sayangnya  karena  waktu  yang terbatas Wat Arun nya tidak sempat mungkin  lain kali.
Breakfast  di Hostel (Dok  Pribadi)
Ternyata makan pagi nya yang  ditunggu di hidangkan  langsung di  piring untuk  1 orang. Biasanya Hostel akan sediakan  Roti, Selai,  Kopi Teh di  dapur nanti kita  akan  siapkan sendiri  lalu mencuci piring dan gelasnya.  Mungkin karena saat ini karena hunian  nya  terbatas.

Setangkap roti bakar dan telor ceplok cukup buat  ganjal  isi perut  dan  rasanya  enak loh. Sarapan sudah termasuk harga  kamar,  kalo  mau ntapi harus bayar sekitar  Rp. 40.000  Beres sarapan kami pun langsung check  out tapi langsung menitipkan tas di receptionist.

Petugas hostel sangat ramah dengan bahasa inggris yang terbatas kami di sarankan menuju Grand Palace naik bis umum saja. Halte Bus tidak jauh dari Hostel kami berada. Bis No.#25 Ongkosnya hanya 8THB saja atau Rp. 4.000/orang.

Tiket Bis Bangkok (Dok Pribadi)
Walau Bis terlihat sederhana dari luar tapi di dalamnya lengkap ada  CCTV,  TV Plasma sebagai media promosi digital dan tombol jika  kita ingin turun. Keneknya pria ada juga wanita. Ketika menagih  ongkos  mereka memegang semacam  tabung  sepanjang  30cm yang berisi  tiket dan  uang receh  sebagai kembalian.

Jendela bis ini tidak tertutup  alias bolong jadi Angin pun semilir ada AC  alami lumayan. Kami sampaikan ke Kenek Bis  untuk turunkan  di Grand  Palace. Tapi belum sampai  tujuan kami  sudah  turun mengikuti turis lain ternyata turun di  Wat Pho.  Karena Jalurnya memang searah.

Cuaca hari itu panas sekali mungkin ada sekitar 38-39 celcius. Muka saya pun penuh keringat. Rasanya Jakarta yang panas tidak sampai keringatan begini.
Turun dari Bis, kami pun bergegas masuk ke pintu masuk Wat Pho, Setelah membayar 200THB/orang (termasuk gratis 1 botol air mineral) akhirnya moment yang saya tunggu untuk dapat  melihat  langsung  Patung Emas Budha yang sedang berbaring terlaksana.

Patung ini  lebih dikenal dengan "Sleeping Budha" Panjang  46meter dan  Tinggi 15 meter. Cukup  padat juga turis pada hari itu, jadi memang agak sulit mem-photo sang Budha yang sedang berbaring  dengan posisi terbaik.
Sleeping Budha  (Dok.Pribadi)
Sleeping Budha  (Dok Pribadi)
Selain turis, Kuil ini juga dipadati penduduk lokal yang datang untuk sembahyang. Khusus  mereka tidak di pungut biaya.

Saya pernah membaca pengalaman seseorang  dia  berpura pura menjadi orang Lokal dengan berbekal  percaya  diri  yang tinggi,  dia masuk jalur khusus  orang  Thai. Dan  tidak di tegur  karena  memang  muka nya sangat khas orang lokal dan dia pun  masuk gratis.

Lumayan  kan  bisa hemat 200THB atau  sekitar  Rp.100.000  ada ada saja  ya.

Selesai dari sini kami pun masih berkeliling komplek kuil. Ada banyak sudut yang menarik termasuk  deretan Stupa  Budha, Pagoda2 serta  ruang tempat umat  Budha  ber-sembhayang. Area  kuil ini  memang sangat  luas  untuk bisa  di  jelajahi.

Tiket termasuk Free 1 botol (Dok. Pribadi)
Jangan  lupa tukarkan potongan tiket dengan 1 botol air  mineral.  Nanti Tiket akan di sobek setelah menerimanya  dan di samping area  minum tersebut  terlihat rak buku  tertulis "Gratis  Silakan Ambil" Isi  bukunya berisi kata bijak  dan  motivasi  hidup. Di terjemahkan berbagai  bahasa termasuk Bahasa Indonesia. Walau setelah membaca agak  janggal terjemahan nya, mungkin mereka pakai Google translate tapi tetap  merasa bangga bahwa turis dari  Indonesia di akui.

Tepat jam 12 saatnya kami  harus pindah ke tujuan selanjutnya, kami pun kembali ke titik di mana tadi kami turun bis untuk  kembali  naik  bis yg sama menuju Grand  Palace.


Pintu  masuk Grand  Palace  (Dok.Pribadi)
Begitu sampai  di pelataran terlihat tembok/banteng putih mengelilingi area yang  luasnya  218ribu  meter  persegi.  Luas sekali kan. Untuk menuju pintu masuk harus mengikuti jalur antrian yang cukup jauh memutar.

Sebaiknya berpakaian yang sopan, bagi yang memakai  celana pendek akan di pinjam kain gratis tapi harus  antri berhubung pengunjung padat. Jadi untuk menghemat  waktu  hindari saja  pakai celana pendek.


Area dalam Grand Palace  (Dok Pribadi)
Harga masuk Grand  Palace yaitu 500THB atau Rp. 245.000 cukup mahal tapi menurut  saya masih okey karena sudah termasuk  :
  1. Tiket masuk 1x Grand  Palace
  2. Tiket masuk menonton pertunjunkan tari di Theatre  Sala  Chalermkrung (untuk menuju ke lokasi di  sediakan shuttle bis, letaknya persis di depan pintu keluar,  jaraknya  lumayan  sekitar 5km)
  3. Tiket masuk Queen Sirikit  Art Museum of Textiles
  4. Tiket masuk Arts of  Kinddom Museum di  Ayudhaya Province
Dan jika #2  #3 #4  tidak  sempat  kita lakukan di  hari  yang sama, Tiket berlaku untuk 7 hari ke  depan.
Begitu masuk  kemegahan langsung  terpancar  dari aura bangunan yang ada.  Yang rata rata  berlapis emas sangat mewah dan  cantik. Walau  di  buka  untuk  Umum tapi sang Raja beserta keluarga masih tinggal di komplek Istana, Begitu juga  dengan  raja  raja sebelumnya sejak abad  ke 18.

Bangunan Istana yang bergaya Italia  (Dok  Pribadi)
Dok Pribadi
Berhubung cuaca Bangkok yang memang panas jika memakai Topi lebar atau Payung akan sangat membantu. Saya mencoba nga-dem  di  salah satu bangunan utama ternyata tempat ibadah, semua orang  yg masuk  harus duduk tidak boleh berdiri dan harus  melepas topi atau  kacamata untuk menjaga kekusyukan.

Kita tidak  akan  bosan  akan tiap sudut  istana yang dekorasi serta ornamen nya  sangat  indah. Jika tidak  mengingat waktu  ingin rasanya berlama  lama.


The  Emerald  Budha (Dok Pribadi)
Shutte  Bus Menuju Theatre  Sala (Dok Pribadi)
Dari  awal kami sudah menghitung berapa lama kami berada di Istana  ini karena tujuan berikutnya adalah  menonton pertunjukan tari topeng  yang memang sudah  dalam 1 tiket masuk  Grand  Palace.  Begitu melewati pinti keluar kita akan melihat mobil  yang seperti  Odong yang  terparkir.  Mereka memegang  papan  info kalau shuttle ini  akan segera berangkat.

Kami pun bergegas agar segera  dapat menonton sesuai jadwal yang tertera di  tiket.  Mengingat jam 5  Sore  kami  harus segera  ke Stasiun Kereta untuk pindah negara yaitu  Laos.

Theatre  Pertunjukkan  Tari  (Dok  Pribadi)
Theatre  ini cukup  tua  keliatannya  mungkin seperti di Gedung  Kesenian Jakarta di Pasar Baru. Kami di  tanya  satu satu dari mana sepertinya buat  data mereka.  Saat  kami  tiba pintu masuk belum di buka untungnya ada sebuah  Cafe tepat di dalam Lobby jadi bisa makan  dan minum sambil mengisi waktu.

Ada  Subtitle Bhs  Inggris di  atas  panggung (Dok Pribadi)

Photo bareng dengan para penari (Dok  Pribadi
Saat waktu pertunjukkan tiba  kami masuk  dengan tertib dan mengisi  kursi kosong, ruang dalam sangat lega dan luas serta  Full  AC. Kita dapat bebas duduk dimana saja.

Pertunjukkan  tentu saja dengan bahasa Thailand tapi jangan kwatir ada  semacam subtitle  dlm bahasa Inggris,  posisnya di bagian atas  panggung.Paling tidak kita mengetahui  Fragment apa yang sedang di  mainkan.

Selama  30menit  kita akan di suguhkan  sendra tari  yang  apik,  para pemain yang cantik dan ganteng dengan baju2  yang tampak megah  dan mewah begitu juga tata panggungnya.

Selesai acara, kita di persilahkan untuk photo bareng  dengan perwakilan penari dengan mengantri dan  petugas menawarkan  untuk mem-photo dengan kamera kita sambil mengatur antrian.

Jam  di tangan  sudah  menunjukkan  waktu jam 4.30 sore  saatnya  pulang dan mengambil  tas  yang kami  titipkan di  Hostel tadi dan langusng menuju Stasiun  Kereta  Hua  Lamphong. Malam  ini  kami  akan  menikmati tidur  di  Sleeper  Train untuk tujuan  Nongkai  salah  satu  kota terdekat perbatasan dengan  Laos. Next  destination adalah Vientianne ibu kota  Laos.

Lanjut  Hari ke 3...di  tulisan terpisah  ya

Stasiun  Hua  Lamphong  Bangkok  (Dok.Pribadi)
Grand Palace dan Wat Pho (Bangkok Hari #2) Grand Palace dan Wat Pho  (Bangkok Hari #2) Reviewed by Garis batas on 5:40:00 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.