Menjelajah Bangkok dalam 3 hari, Budget dan Itinerarry (Hari pertama)

Stasiun kereta Hua Lamphong (Dok Pribadi)
Akhirnya trip  kali ini ke Bangkok juga. Kota yang sudah lama saya nantikan, selama ini sering  membaca catatan perjalanan orang serta melihat photo mereka, makin penasaran ingin mengalami langsung pengalaman menjelajahi kota ini.  Bagaimana budaya, bahasa, makanan,  transportasi  umum dan pusat turisnya,

Setelah hunting  tiket dan mendapatkan harga termurah untuk Tanggal 6 Jan 2020 dengan naik Thai Lion Air dapat  harga Rp.2.000.000/orang PP,  JKT-DMK-JKT Harga tidak termasuk bagasi hanya free 7kg Cabin. Rencananya nanti sepulang dari  Bangkok baru akan membeli untuk muatan tambahan  yaitu  oleh2 pastinya.

Bangkok mempunyai 2 Airport dan jaraknya berjauhan yaitu DMK (DON MUENG) airport untuk LCC (Low cost Carier) dan Suvarnabhumi adalah Airport untuk pesawat Full Service seperti Garuda Indonesia,  Thai Airline  dan pesawat badan besar lainnya.

Setelah terbang selama 3 jam, akhirnya sampai juga di DMK sekitar jam 5 Sore.  Oya Jakarta dan  Bangkok tidak ada perbedaan waktu  ya.  Begitu masuk area check Imigrasi  ternyata sore itu ramai sekali antriannya.

Don  Mueng (Dok. Pribadi)
Seperti Airport pada umumnya jalur antrian di bagi dengan 3, Pasport Asing, Asean  dan penduduk lokal. Begitu akan masuk jalur  antrian,  ada mba mba  Thai  yang  manis bertanya  apakah sudah mengisi  form kedatangan.  Setelah kita isi  lengkap barulah  di  persilahkan masuk jalur  antrian lagi.

Tidak lama antrian nya tampaknya petugas imigrasinya sangat sigap,  setelah scan jari  tangan kanan kiri dan kanan  (tidak termasuk  jempol) dan di photo akhirnya sah masuk Bangkok.

Selesai  urusan  imigrasi, kita  akan di arahkan ke pintu keluar  nah  dari  situ baru  dech berjajar  kios yang menjual SimCard.  Saya membeli yg paket internet 7 hari  tanpa pulsa telp hanya 179THB  atau Rp. 88.000  cukuplah  untuk  komunikasi WA, Google Map,  Insta Story IG.

Untuk menuju MTS/BTS terdekat dapat menggunakan bis umum No  #A1. Ada 4 bis yaitu  A1, A2,  A3 dan A4 dengan  tujuan  yg berbeda. Dengan hanya membayar 30THB  atau Rp. 14.700 saja. Awalnya saya agak ragu  bagaimana saya bisa tahu  jika  sudah sampai di tujuan  tapi  saya agak lega  karena banyak juga turis lain jadi dapat dipastikan tujuan kita sama. Setelah sekitar 30menit sampailah kita. Jika tujuan kalian berikutnya naik MRT berarti kalian jalan lurus ke depan  (tetap  di  trotoar) sekitar 15meter  nanti akan terlihat MRT Chatuchak. Sedangkan kalau BTS  (Bangkok Mass  Transit) begitu  turun  dari  bis akan terlihat jembatan penyebrangan. Lokasi BTS ada di atas.

Pintu Masuk  MRT Chatuchak  Park  (Dok  Pribadi)
Sebenarnya trip  saya  kali  ini selama 6Hari 5Malam, ini termasuk trip 2  hari ke  kota Vientianne, Ibu kota nya Laos. Pengalaman saya ke kota tersebut nanti saya tulis terpisah ya. Jadi  Itinerary saya secara singkat seperti ini :
  • 6 Jan - Bangkok : Landing Bangkok  5pm, Check-in Hostel lalu Asiatheque
  • 7 Jan - Bangkok : Grand Palace, Wat  Pho,  8pm berangkat ke Nong Khai naik Sleeper Train
  • 8 Jan - Bangkok/Laos : Tiba 7am, Check Iimgrasi Thailand, Lanjut kereta ke Laos,  Patuxay Monument, Warung Eko,  Pha That Luang,  Sunset  at MekongRiver,Night  Market,
  • 9 Jan - Laos : Check out, Back to BKK by Airasia, Check-in Hostel, Khao San Road
  • 10 Jan - Bangkok : Platinum Pashion Mall, Pratunam Market, KBRI Bangkok (photo2)
  • 11 Jan - Bangkok : Chatuchak Market, Check-out Hotel, DMK, Landing JKT 11pm

Hostel  2W Bed  and  Breakfast  (Dok  Pribadi)
Hari  Pertama  di Bangkok kami  menginap di Hostel 2W Bed and Breakfast. Sengaja saya pilih di daerah Chinatown  atas  saran  teman  lokal setelah dia tahu saya  akan  ke  Laos besok malamnya dengan naik kereta  Api.  Setelah turun dari bis  A1 untuk mencapai hostel ini naik MRT Chatuchak Park berhenti di MRT Hua Lamphong (setelah  15x stop) dengan ongkosnya 40  THB  atau sekita  Rp. 20.000.  Setelah  itu  keluar  dan  berjalan kaki  kurang lebih lebih  50 meter sampailah kami di  tujuan.

1 malam kamar  private dengan  kamat mandi terpisah  hanya  Rp.  250.000 termasuk makan pagi. Saat  itu harga  termurah di Agoda. Kamar mandinya bersih  dan  yang  paling saya suka  selimutnya tebal seperti  hotel bintang 5. Rasanya ingin langsung tidur tapi  tujuan selanjutnya sudah menunggu  yaitu ke  Asiatheque

Begitu kelar  mandi  perut  terasa  lapar, tapi bingung mau makan apa. Liat banyak Food Street berjajar ga berani karena  pastinya ga halal apalagi di kawasan Chinatown.  Ada sedikit  penyesalan  apa salah milih  daerah ya.  Untungnya ada  7Eleven Ok lah malam ini  cukup dengan  roti  saja.

Kelar isi perut karena sudah malam juga dan menghemat waktu, saya putuskan naik TukTuk ke Asiatheque. Selain  pengalaman baru  pengen tau  juga  kayak apa  rasanya.  Setelah  tawar menawar  di dapatlah harga terbaik 150THB atau Rp.73.500. Ternyata rute cukup jauh. Lumayan bisa  menikamati kota Bangkok di waktu malam walau Tuktuk ngebut, mungkin karena sudah malam  jadi jalanan  cukup  sepi  tapi  seru ko.

Tuk Tuk Bangkok  (Dok Pribadi)
Tuk Tuk Bangkok ruang untuk penumpangnya lega sekali jadi kaki kita bisa selonjor tapi kalo yang naik rombongan bisa duduk lesehan di depan  area duduk karena tempatnya bersih. Tapi tetap hati hati pegangan ya  karena  saya  amati mereka ini memang suka ngebut.

Asiatheque  (Dok  Pribadi)
Sampai di Asiatheque langsung di hadapkan  kios yang berjajar dengan rapi  dan apik. Dari menjual baju, souvenier, kerajinan  tangan, serta tas  tas lucu. Rasanya mau beli tapi mengingat perjalanan masih panjang saya pun hanya check2  harga saja. Begitu masuk ke  dalam terlihat Kincir Angin raksasa  ternyata  ada taman bermain  juga.
Restaurant  dan  cafe  pun banyak pilihan dari seafood, lokal  food,  chinefood serta  makanan  eropa lainnya. Walau  tidak belanja  dan makan banyak  juga turis yg datang  hanya sekedar duduk dan mengobrol.


Setelah puas  melihat dan berphoto di  dermaga,  tiba tiba  saya melihat orang2 menuju  sebuah Boat, eh ternyata ada Free Shuttle  Boat untuk menuju2 titik tertentu. Dengan sigap  saya pun  langsung naik padahal  ga tau tujuan nya kemana  haha.  Lumayan  kan bisa santai selama  15menit sambil menikmati  suasana malam dari atas sungai. Begitu turun langsung cari  Tuk Tuk lagi karena sudah  kelelahan  tapi kali ini  saya dapat menawar  hanya 60THB karena  jarak juga  sdh  dekat.
Free Shutle Boat  (Dok Pribadi)

Lanjut hari ke 2 ... check  link ini ya
Menjelajah Bangkok dalam 3 hari, Budget dan Itinerarry (Hari pertama) Menjelajah Bangkok dalam 3 hari, Budget dan Itinerarry (Hari pertama) Reviewed by Garis batas on 11:25:00 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.