Like us on Facebook

Terbang pertama dengan Maskapai Terbaik di Dunia Singapore Airline

Dok Pribadi
Ada rasa penasaran yang timbul untuk mencoba seperti apa si rasanya terbang dengan Singapore Airlines. Salah satu maskapai dengan predikat terbaik di dunia. Sering saya bertanya kepada teman secara acak, bagaimana pendapat mereka dan apakah ada perbedaan dengan Garuda Indonesia. Seperti yang kita tahu maskapai kebanggan Indonesia ini juga tak kalah bersaing dengan maskapai kelas dunia lainnya. Hampir semua mengatakan menyenangkan, tapi ada juga yang mengatakan sama saja dengan maskapai full service lainnya. Nah sejak itu lah timbul rasa ingin mencoba pengalaman itu.

Apalagi setelah nonton satu tayangan program di NatGeo dengan judul Inside Singapore Airline, wah tambah yakin kalo saya harus coba paling tidak 1x naik SQ.

Kadang suka iseng cek harga di website resmi harga yang muncul memang di atas rata rata alias cukup mahal. Dan kali ini saya beruntung harga yang muncul hanya Rp. 2juta PP bertepatan saat ada rencana perjalanan ke Singapore.  Alhamdulillah pengalaman pertama pun akan saya rasakan. Dua hari sebelum keberangkatan saya mendapatkan email untuk di minta web check-in. Setelah pilih kursi beres lanjut dengan pilihan makanan halal halal wah ternyata bagasi yang di izikan 30kg sangat menggoda sekali ya untuk borong belanjaan di Singapore nanti.

Tiba lah hari keberangkatan "drama" pun di mulai, setelah sempet kejar2an dengan Damri yang menuju airport Soeta dari Pasar Minggu. Dan sodara2 ternyata membutuhkan 1 jam total perjalanan dari terminal Pasar Minggu untuk sampai di pintu tol Pancoran wuahhhhh macetnya mantap sangat ya jalur tersebut. Saya pun harap harap cemas mudah mudah an tidak telat sampai Bandara apalagi belum antri imigrasi.

SQ Economy Seat (Dok Pribadi)
Berhubung saya pemegang salah satu kartu kredit yang dapat akses free lounge, seperti biasa rugi rasanya jika tidak mampir dan menikmati fasilitas yang ada seperti makanan gratis dan free wifi tentunya. Tepat saat perut keroncongan karena lapar.

Tapi tiba tiba ko sakit kepala yang luar biasa menyerang. Oh no Sebenarnya memang ada gejala flu di pagi hari tapi ko ya jadi serius gitu huhuhu apalagi baru kali ini saat trip mendadak sakit. Wah saya pun panik bagaimana ini wong sudah check imigrasi masa iya pulang balik kanan.

Saya pun menyerah teringat ada fasilitas kursi roda dan akhirnya saya memangil petugas lounge untuk minta bantuan di antar menuju pintu keberangkatan, kali ini benar benar saya tidak berdaya dan tidak bisa jalan takut pingsan juga. Tak lama petugas darat SQ datang menjemput dengan membawa Boarding Pas yang baru.

Makana kelas ekonomi  (Dok Pribadi)
Ternyata saya di upgrade di Premium Eco alhamdulillah untuk di ketahui SQ mempunya 2 jenis kelas di Economi yaitu Premium Eco dan Eco regular. Tetap masih berasa untung trip kali ini bisa merasakan dua kelas berbeda walau sama sama ekonomi.

Perbedaan menurut saya hanya di tempat duduk yang lebih lebar, cocok buat penumpang yang tinggi dan gemuk. Untuk makanan yang di sajikan juga dashboard Inflight Entertaimentnya sama aja.  Walau sepanjang perjalanan saya tertidur tapi saya dapat merasakan keramahan para Pramugari yang sebagian berparas melayu separo lagi parasnya Singaporean. Dan pramugari yang membagikan makanan ke saya ternyata orang Indonesia loh. Kenapa saya bisa menebak karena dia bilang ke salah satu penumpang "misi (permisi) ya bu. Saya pun menebak dengan jitu "orang indonesia ya mba" Iya di jawab dengan ramah.

Pantas saja SQ di sebut di maskapai terbaik. Rasanya memang beda ya, apalagi setelah mendapat pengetahuan sedikit setelah menonton "Inside Singapore Airlne di Natgeo sebelumnya. Seperti pesawat yang rata 2 hanya berumur 7tahun an, menu makanan yang memang di perhitungkan dengan sempurna di pastikan gizi tetap terpenuhi, interior ruang cabin yang di putuskan secara professional dll. Harusnya ada seri untuk Garuda Indonesia juga agar kita bisa tahu seluk beluk nya.

Saya lanjutkan cerita nya ya....saat tiba di bandara Changi, kursi roda untuk saya pun sudah di sediakan. Mba pramugari berpesan untuk keluar pesawat paling akhir karena nanti ada petugas yang akan menjemput. Saya pun di sambut dengan petugas darat seorang bapak Melayu yang sangat ramah, melalui jalur khusus untuk kursi roda cek immigrasi pun lancar tanpa banyak di tanya.

Saat saya kembali ke esokan hari nya, teman baik saya berpesan ketika mengetahui saya sedang sakit. Dia bilang "mba make sure elo jangan keliatan sakit waktu mau onboard ya, karena beda ketika onboard dari Singapore, bisa bisa tidak di  kasih terbang". Ok dech untungnya badan saya sudah agak enakan.

Alhamdulillah cek imigrasi pun lancar tanpa ada drama, saat sudah duduk manis di kelas ekonomi, seorang pramugrasi lalu menghampiri dan bertanya, apakah saya masih memerlukan kursi roda saat tiba di bandara Soeta nanti. Saya pun takjub ko dia bisa tahu ya hehe padahal kan dari awal saya tidak minta loh, mungkin masih ada catatan karena memang kejadiannya baru kemarin.

Ahhh ternyata seperti itu rasanya pengalaman dengan SQ. Memang menyenangkan. Saya pun puas. Next time kita coba hunting lagi tiket murahnya.

Jakarta, July 2017
Terbang pertama dengan Maskapai Terbaik di Dunia Singapore Airline Terbang pertama dengan Maskapai Terbaik di Dunia Singapore Airline Reviewed by yuli harry on 9:28:00 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.