Like us on Facebook

Hal yang menarik dari kehidupan di Jepang

Pengalaman trip saya ke Tokyo di bulan April 2017 memang sangat singkat hanya 4 hari saja, tapi banyak hal hal menarik yang saya alami, Berikut ini sekian dari beberapa pengalaman tersebut :

(gbr dari google)
  1. Membungkuk tradisi membungkuk hormat memang adalah kebiasaan masyarakat Jepang sebelumnya saya sudah membaca juga mengenai kebiasan ini kepada moda transportasi yaitu kereta dan bis. Ketika saya naik Tokyo Metro Subway saat semua penumpang  sudah naik dan pintu tertutup kereta pun mulai berangkat petugas darat lalu membungkuk hormat sampai kereta hilang dari pandangan. Begitu juga saat saya naik bis airport limousine menuju Haneda Airport, petugas lapangan nya setelah membantu menaikkan koper2 dan bis perlahan pergi mereka juga membungkuk hormat. Dan yang lebih menarik menurut saya ketika pesawat Garuda saat hendak menuju landasan pacu petugas nya selain membungkuk mereka juga melambai tangan tidak sebentar loh tapi cukup lama sampai hilang dari pandangan, seperti melepas kepergian gitu. Sungguh mengesankan
  2. Dilarang bertelepo Awalnya saya bingung ketika melihat tanda gambar hp di coret di dalam kereta juga bis. Saya pikir apakah harus merubah nada getar. Ternyata selain merubah ke nada getar kita juga di larang bertelpon di dalam transportasi umum. karena di anggap bisa menggangu orang sekitar yang sedang membaca atau tidur. Seperti yang kita tahu masyarakat Jepang sangat menjunjung tinggi privasi. Kadang kita memang suka kesal ya, saat ada penumpang yang menerima telpon dengan kerasnya.
  3. Toilet modern Siapa yang tidak tahu kalau Jepang terkenal juga dengan toilet nya yang sangat modern. Hampir semua toilet nya selain di airport, stasiun, mall apalagi hotel memakai teknologi canggih  dengan Panel control yang dapat mengatur jenis semprotan air untuk menyiram setelah kita buang air kecil atau besar. Dan ada musiknya juga loh jika kita merasa kurang nyaman saat buang air besar. Selain itu ada dryer nya juga. Begitupun saat flash. kita tinggal melambaikan tangan ke arah sensor. Sebenarnya di Jakarta saya sudah pernah mencoba tapi hanya ada  di beberapa hotel bintang 5 sudah memakai teknologi in. 
    Toilet di Jepang (gbr dari Google)
  4. Minim nya tempat sampah ya benar sekali, ada si tapi jarang sekali kita bisa temui, jadi mau ga mau jika ada sampah kita simpan dulu baru nanti di buang jika sudah bertemu tempat sampahnya. Menurut artikel yang saya baca, bahwa masyarakat Jepang menggangap tempat sampah dapat merusak pemandangan. Begitu juga saat dalam toilet, awalnya saya cukup heran ko tempat sampahnya kecil sekali, malah pernah ga ada sama sekali loh. Ternyata kertas toilet di Jepang memang di rancang bisa lebur dalam air. Jadi tertulis di bilik toilet bahwa kertas dapat di buang di lubang toilet.
  5. Suka menolong saat saya kesulitan menemukan alamat hotel saya bertemu 2 anak muda, dengan bahasa inggris terbatas plus bahasa 'tarzan' mereka pun langsung membantu mencari di Google Map (kebetulan handphone saya tidak tersambung dengan internet) tanpa basa basi mereka pun langsung mengantar saya sampai di tempat tujuan, padahal sudah saya katakan cukup arahkan saja tapi mereka memaksa untuk mengantarnya. Dan saya pun membalas kebaikan tersebut dengan menunduk hormat lalu mengucap Arigato haha
  6. Menolak pertolongan pada hari terakhir sebelum berangkat ke airport, di jalan saya bertemu seorang 'homeless' (malam sebelumnya saya sempat bertemu ybs tidur di jalanan, area dekat hotel saya menginap) Berhubung uang koin saya banyak sekali hampir sekitar 1000 yen dan memang kita sudah rencana habiskan sebelum take off, karena kalo sampe Jakarta tidak akan bisa di tukar, Apa yang terjadi saat saya menawarkan uang koin tersebut, bapak tersebut dengan hormat menunduk dan mengucakan berkali Arigato...wah jadi malu.
  7.  Eskalator yang terbatas hal yang membuat saya sedikit kecewa saat saya tahu sangat terbatasnya fasilitas eskalator Naik Turun di Tokyo Metro Subway, yang tersedia hanya ada 1 yaitu untuk naik atau turun, sisanya tangga dan tangga, Asli bikin pegel loh jadi siap siap aja pegel ya, apalagi layer subway terletak di landasan paling bawah di banding kan lintasan kereta lainnya. Walaupun ada lift untuk penyandang cacat tapi kadang letaknya tersembunyi jadi saya sudah pasrah aja yang di depan mata. Beda dengan MRT di Singapore atau KL eskalator nya yang tersedia untuk naik maupun turun, 
  8.  Hampir tidak ada motor sebagian besar masyarakat Tokyo menggunakan moda transportasi umum dan juga sepeda. Sepeda sepeda ini rata rata terlihat unik karena di depan ada gonjengan untuk anak kecil yang di lapisi plastik jika hujan, begitu juga dengan di belakangnya. Oya saking isengnya saya sampai menghitung berapa kali saya bertemu dengan sepeda motor dan kalian tau berapa ? hanya 4x banyangkan betapa langka nya berbeda dengan Jakarta ya.  Saya baru sadar seberapa banyak polusi yang kita hirup selama ini. Menyeramkan 
  9. Vending Machine di setiap sudut kota selalu ada vending machine sepertinya ini memang menggantikan fungsi warung2 pinggir jalan jika di Indonesia. Karena pilihannya tidak hanya minuman dalam bentuk kaleng atau botol plastik tapi ada juga cemilan ringan dan rokok. Untuk contoh 1 botol air mineral 500ml harganya 100 Yen. Jelas ini lebih mahal jika kita beli di Convenience store seperti Sevel atau Family mart yang lebih murah. Tapi untuk pengalaman seru aja karena aneka pilihannya banyak ragam. Jadi tetep harus di coba ya
  10.  Check-in/Check-out saat saya tiba di hotel Shinjuku New City Hotel sekitar jam 12, saya sudah membayangkan akan langsung mandi dan siap siap pergi lagi tapi apa yang terjadi ternyata waktu check-in adalah jam 3 sore serta mempersilahkan jika ada koper yang mau di titip. Alamak masih lama ya. Tadi nya saya pikir akan sama seperti ini di indonesia saat check-in time yaitu jam 2 siang tapi jika kamar sudah ready kita di bolehkan early check-in. Ya sudah lah setelah koper di titipkan kita pun langsung pergi lagi untuk makan siang dulu . Oya saat check-out di infokan waktunya yaitu jam 10 pagi akan ada denda biaya jika kita telat check-out nya. Wow ternyata ya. 
  11. Transaksi di kasir rada unik ya karena saat saya kasih langsung uangnya ke petugas kasir mereka meminta saya untuk menaruh di nampan/baki kecil yang sudah tersedia. Begitu juga ketika mereka memberikan uang kembalian mereka akan menaruh di nampan kecil tadi lalu menyodorkan kembali. Tadinya saya pikir hanya di termpat itu saja tapi ternyata prosedur memang lazim di Jepang. Dari bacaan yang saya ternyata ada beberahal sebabnya karena untuk kesopanan, kebersihan dan juga menjaga jarak. Saya pikir juga untuk menghindari jika ada kesalah pahaman uang yang di terima ya. 

Cukup ini dulu nanti kita sambung lagi di tulisan berikutnya ya...
Hal yang menarik dari kehidupan di Jepang Hal yang menarik dari kehidupan di Jepang Reviewed by yuli harry on 10:50:00 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.