Like us on Facebook

14 Jam di ketinggian 12ribu meter

Bagi yang ingin bepergian ke benua Eropa dan Amerika, bersiaplah untuk berada di udara lebih lama dari penerbangan sebelumnya. Hal ini tidak pernah terbayang sebelumnya di benak saya karena selama ini jarak tempuh terlama selama naik pesawat hanya sekitar 2 jam dan kali ini dengan total hampir lebih dari 18 jam (sampai tujuan akhir).


Saya yakin hampir semua orang takut terbang. Saat pesawat mulai bergetar dan ngebut ketika posisi Take Off siap terbang melesat kencang sampai terus menembus udara. Semakin kencang juga saya berdoa dalam hati. Rasa tenang itu akan timbul ketika lampu tanda sabuk pengaman sudah di matikan, menandakan tanda pesawat sudah di posisi aman. Untuk menghilangkan rasa takut saya perbanyak membaca koran dan majalah. Jika ada tv nya menonton film dan mendengarkan musik juga bisa membantu.

Penerbangan ke Eropa ini dengan maspakai berasal dari Belanda yaitu KLM. Pramugarinya ramah ramah loh dan murah senyum tapi ya itu terlihat sudah Senior banget alias tua tua hehe. Mungkin karena ini penerbangan jarak jauh ya jadi yang di tugaskan adalah para Senior.



Saat lampu tanda Seat Belt di matikan, para pramugari pun mulai bersiap siap untuk membagikan handuk basah hangat sebelum makanan utama di sajikan. Mungkin karena perjalanan saya ini di mulainya dari KL (menuju Schipol- Amsterdam), jadi makanan yang di sajikan ada nasinya lumayan. Untuk minuman ada pilihan panas dingin, soft drink kopi teh dan wine (red/white). Saya melihat beberapa orang makan dengan minum nya wine, apa ga keselek ya hehe.

Saya tidak tahu sudah berapa lama kami di udara, saat orang2 sedang tidur, pramugari sesekali berkeliling membagikan air putih bagi yang membutuhkan. Rasa pegal pun datang, beberapa orang terbangun dan mencoba berjalan jalan di sepanjang koridor semacam berjalan jalan di taman hehe. Ada rasa ingin melakukan hal yang sama tapi ko saya takut bagaimana tiba2 turbulance datang ihhh kan bisa serem tuch. Alhamdulillah selama 14 jam di udara perjalanan mulus kalo ada goyang2 dikit itu mah biasa ya... namanya juga naik pesawat.

Meals Economi Class by KLM
Selama di pesawat kami mendapat 2x makanan utama, yang ke 2 di sajika kira kira 3 jam terakhir sebelum landing. Di sebutkan bahwa akan segera di sajikan breakfast padahal saya sudah tidak tahu lagi apakah sekarang waktunya memang makan pagi. Perbedaan waktu sekitar 5 jam dengan Jakarta harusnya ini makan siang si. Karena jendela cabin pesawat ditutup oleh penumpang yang di sisi jendela jadi saya pun tidak tahu di luar masih  gelap atau sudah terang.

Ada 1 kejadian yang tak terlupakan ketika tiba tiba pramugari memberitahu melalui pengeras suara bertanya apakah di antara penumpang ada yang berprofesi seorang dokter. Lalu tak lama seorang wanita separuh baya melapor ke pramugari bahwa dia seorang Dokter. Kamipun saling berpandangan ada apa kira nya ternyata ada seorang penumpang yang di indikasi terkena serangan jantung. Wah saya pun tiba2 teringat kasus Munir - seorang penggiat hak azazi manusia yang di racun di Maskapai yang sama yaitu KLM aduh jadi deg deg an padahal apa hubungannya hehe. Dan untungnya kejadian ini sekitar 1 jam sebelum landing. Kamipun di minta untuk bersabar agar penumpang tadi turun terlebih dahulu karena ambulan sudah siap menjemput dan petugas medik langsung naik ke cabin menjemput.

Terakhir saya baru bahwa penumpang tersebut berasal dari Surabaya. Ternyata itulah gunanya Asuransi perjalanan yang memang di wajibkan jika ingin mengajukan visa Schengen. Kita tidak pernah tahu jika kita akan sakit di Negri orang. Tapi jangan sampai ya.
14 Jam di ketinggian 12ribu meter 14 Jam di ketinggian 12ribu meter Reviewed by yuli harry on 12:51:00 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.