Like us on Facebook

Menuju Masa Pensiun

Apakah ada yang sering berkomentar jika melihat photo masa lalu "Gila nya ya kita tuch sudah tua banget" atau begini "Ga kerasa ya, waktu cepat berlalu sudah makin tua aja". Bandingkan dengan komentar ini "Nanti jika di masa pensiun apa yang harus di kerjakan ya" atau "Sudah punya rencana apa nanti jika sudah pensiun". Kedua kondisi tersebut sama yaitu SUDAH TUA. Saya yakin hampir semua orang tidak sadar begitu cepat waktu berlalu dan tak terasa masa itu datang atau bisa jadi mungkin sebagian kita tidak begitu memikirkannya ya jalani saja hidup sehari hari.

Saya tersadar kalau Masa Pensiun akan datang menghampiri berhubung umur saya yang sudah mendekati masa pensiun muda atau pensiun dini. Saya sangat bersyukur di kantor saya bekerja saat ini ada kebijakan pegawai dapat mengambil pensiun lebih awal yaitu di umur 45 Tahun (pensiun normal yaitu 55 Tahun) . Dan saya un mulai berpikir rencana apa yang harus di susun dan bagaimana persiapan nya mulai dari sekarang. 

Saat Ibu saya alm pensiun dari jabatan sebagai Panitera di Pengadilan Negri Kotabumi Lampung Utara di tahun  2000. Saya merasa Ibu dapat dengan bebas menentukan jadwalnya kapan akan pergi atau berkunjung ke suatu tempat. Dapat lebih leluasa datang ke Jakarta untuk menengok cucunya tanpa harus repot ambil cuti. Awalnya Ibu saya cukup sibuk dengan lebih sering bertandang ke sanak keluarga yang jauh, meluangkan waktu dengan menginap dan ber silaturahmi. Selain itu pastinya lebih aktif juga ikut pengajian di dekat rumah.

Tapi itu tidak cukup dengan membandingkan kesibukan ibu saat masik aktif bekerja. Karena ada kalanya ibu saya hanya di rumah dan tak ada kegiatan hanya menonton TV. Ternyata lambat laun beliau mengalami penurunan daya ingat alias pikun dini. Dan ini yang membuat saya berpikir dan tersadar. Kunci nya satu yaitu saat masa pensiun datang yaitu  HARUS ADA KESIBUKAN.

Keadaan ini berbanding terbalik dengan Bapak saya yang saat ini terus aktif dengan kesibukan Pramuka. Usia sekarang 72 tahun dan alhamdulillah masih sehat segar bugar. Karena beliau memang dari masa muda sangat menyukai kegiatan kepanduan. Justru di masa pensiun bapak saya malah bolak balik ke luar kota di untuk pelatihan, sebagai pendamping, kepanitian. Dan dalam 2 tahun terakhir ini menjadi penyiar aktif di radio RRI Lampung sebagai nara sumber tentang Pramuka.

Jika seorang Financial Planner menyampaikan bahwa persiapan memasuki masa pensiun yaitu keuangan yang terjamin pastinya kita semua setuju, Jika dalam keadaan sakit sedangkan tidak ada lagi pendapatan rutin dan fasilitas kesehatan dari kantor Tabungan yang cukup akan tidak akan merepotkan keluarga kita. Tapi menurut saya yang harus kita siapkan selain mental juga kesibukan yang terus dapat membuat kita aktif bekerja.

Saya teringat ucapan Pakar ekonomi Alm. Prof. Dr. Sumitro Jojojhadikusumo (bapaknya Prabowo Subianto) Beliau berkatan Ingatan itu ibarat pisau, semakin di asah ya semakin tajam jika tidak ya menjadi tumpul. Jika kita lihat juga Prof  Dr JE Sahetapy Pakar Hukum Pidana walau saat ini umurnya 84 tahun tapi masih aktif di TV di undang sebagai pengamat. Hebat ya. Dan saya yakin semua itu karena otaknya masih terus ber aktifitas dan tidak pernah berhenti walau di masa tuanya.


Tentu nya kita juga ingin masa pensiun di mana kita dapat menikmati hidup atas selama ini yang sudah lalukan. Dengan melihat anak anak kita sudah bekerja dan mempunyai keluarga sendiri, melihat cucu yang tumbuh sehat. Tapi ada sebagian orang yang menjadikan orang tua nya sebagai  baby sitter untuk cucu nya. Boleh boleh aja menurut saya asalkan kita sebagai anak tau diri kapan kita meminta bantuan mereka dan kebutuhan mereka tidak terabaikan.
Yang sangat penting kita juga harus tetap menjaga kesehatan agar tetap prima di masa pensiun nanti. Dari sekarang harus mulai menjalani hidup sehat agar tetap bugar secara fisik dan emosional.
Menuju Masa Pensiun Menuju Masa Pensiun Reviewed by yuli harry on 8:09:00 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.