Like us on Facebook

Budapest Eropa Timur Yang Mempesona

Sungguh saya tidak akan menyangka akan menginjakkan kaki di kota cantik dan menawan Budapest di Hungaria. Perjalanan yang saya lakukan di bulan Mei 2014. Salah satu negara di Eropa timur yang tidak kalah menarik dengan negara Eropa lainnya yang lebih terkenal di mata turis seperti Belanda Paris dan Jerman.

Kota yang awalnya dari 2 kota yaitu Buda dan Pest ini terbelah oleh sungai yang lebar juga cantik yaitu sungai Dunabe di hubungkan dengan Jembatan rantai Szechenyi yang megah terdapat patung singa yang sedang duduk seakan menyambut orang orang yang akan berkunjung. Jembatan yang di buka di th 1849 menurut Wikipedia ini sungguh sudah lama banget ya. Mengingat semua bangunan di Eropa rata rata di bangun di tahun 1800.

Chain Bridge (Dok.Pribadi)
Selama di Budapest saya tinggal di sebuah hostel Marcopolo seharga 6.500 HUF/night/person atau sekitar 20 Euro atau Rupiah pada saat itu Rp. 350.000. Mata uang yang di gunakan di Hungaria adalah Forint (HUF) tapi jika kita berbelanja tetap dapat menggunakan Euro tapi kembaliannya dalam bentuk Forints. Hostel dengan konsep minimalis sangat pas di kantong dan sangat nyaman untuk sekedar istirahat di malam hari. Lokasi juga tidak begitu jauh dari pusat kota. Pada saat kami menginap banyak juga backpakers dari negara lain yang rata rata adalah anak muda.

Hostel Marcopolo Budapest (Dok.Pribadi)

Sebelum keberangkatan saya sempet membaca beberapa referensi objeck wisata yang menarik di kota ini dan beruntungnya saya sempet mendatangi salah satu nya yaitu monumen sepatu2 yang berjejer di pinggi sungai Dunabe, terjadi pada tahun 1944-1945 ketika kekejaman Nazi sampai di tanah Eropa, Penduduk Yahudi yang di giring ke pinggir sungat dan dan dipaksa untuk terjun ke sungai dengan lebih dulu melepas sepatu sepatu mereka. Kalau di lihat dari jenis sepatu selain Orang tua juga terdapat anak anak. Miris dan ikut sedih membayangkannya ya.

Monumen Sepatu di pinggir sungai Dunabe - Budapest (Dok Pribadi)

Saksi bisu kekejaman Tentara Nazi (Dok Pribadi)
Liputan Video Sepatu di Sungai Dunabe (Dok Pribadi)


Tidak jauh dari lokasi monumen sepatu ini terdapat Gedung Parlemen juga di sebut sebagai Gedung Parlemen terindah di dunia. Dan benar sekali memang gedungnya cantik sekali apalagi di lihat dari jauh. Dan konon gedung ini masih di pakai sampai sekarang oleh "DPR" nya orang Budapest.  Menurut berita yang saya rangkum Gedung ini butuh 100 tahun untuk penyelesaiannya maka Gedung ini juga adalah gedung tertua di kota ini. Selesai di tahun 1902. Wah canggih banget ini gedung ya.


Gedung Parlemen terlihat di kejauhan (Dok.Pribadi)

Gedung Parlemen di lihat dari Buda Castle (Dok.Pribadi)

Setelah itu kami menuju Buda Castle di mana terdapat Gereja St. Matthias. Terdapat di sebuah bukit jadi perjalanan agak menanjak. Sampai di atas bukit ternyata banyak sekali turis yang berkeliling di kawasan itu. Selain Gereja Matthias ada juga bangunan yang tidak kalah menarik untuk di kunjuni. Sayangnya saat itu Gereja sedang dalam tahap renovasi jadi pengunjung tidak di perbolehkan masuk. Hanya bisa photo photo di luar saja. Nama gereja ini di ambil dari nama seorang Raja Hungaria dan di dirikan tahun 1200 an. Saya kadang takjub dan berpikir kalau melihat bangunan tua, membayangkan bagaimana keadaan pada zaman itu. Dan lebih terasa ketika lonceng gereja tiba2 berbunyi. Saya sempet merekamnya dan di unggah di Instagram : Yuli_Sidharta.

Matthias Church (Dok Pribadi)
Di samping Gereja Matthias ada juga bangunan seperti Istana kastil banyak orang yang duduk dan melepas lelah sekalian berphoto. Namanya Fisherman's Bastion. Dari sini kita bisa melihat dari kejauhan Sungai Dunabe, Gedung Parlemen dan juga Chain Bridge.

Fisherman's Bastion (Dok.Pribadi)
Setelah puas berkeliling saya mampir ke beberapa toko cindera mata. Karena tujuannya juga ingin membeli piring porselen titipan seorang teman yang memang mengoleksi piring2 cantik. Di sebuah toko terdapat taplak meja bordir yang cantik tapi harganya lumayan juga. Apalagi harga koleksi Boneka porselen juga vas cantik dan cangkir tehnya. Saya cukup menelan ludah ketika menghitungnya dalam rupiah.
Table Cloth (Dok.Pribadi)

Koleksi Porselen - Budapest (Dok.Pribadi)

Di Budapest juga terdapat bangunan bagi umat Yahudi beribadah yaitu Sinagoga yang tadinya saya pikir sebuah Masjid karena memang bergaya seperti timur tengah. Menurut berita yang saya baca Gedung ini merupakan ke dua terbesar di dunia dab terbesar di Eropa. Sebenarnya tidak sengaja menemukan gedung ini di saat saya berjalan kaki menuju pusat kota. Ya sudah sekalian mampir dan rehat sejenak dan photo photo tentunya.

Dan ternyata kawasan saya menginap tidak jauh dari pemukiman Yahudi. Pantas saja saya sering berpapasan dengan beberapa orang yang memakai seperti kopiah ala Yahudi. Pengen rasanya berphoto tapi takut juga di anggap tidak sopan.

Sinagoga Budapest (Dok.Pribadi)

Walaupun kondisi saya berkerudung saya tidak merasa risih berada di kota ini, mungkin karena penduduk kota ini tidak heran melihat orang berkerudung. Dan saya pun sering melihat beberapa wanita berkerudung, seperti yang kita tahu kerudung itu bukan hanya milik orang muslim saja. Kristen ordodok pun wanitanya berkerudung.

Ada pengalaman yang tidak saya lupakan ketika seorang anak kecil sekitar 3 - 4 tahun kaget sekali dan loncat ke belakang ketika melihat saya. Sang ibu pun meminta maaf kepada saya dan menjelaskan ke anaknya kalau saya sedang kedinginan makanya pake kerudung. Saya pun tentu saja membalas dengan senyum. Duh itu anak cewek lucu dan cakep hehe.


Selain gedung bersejarah tak lupa saya pun sempat datang ke salah satu pasar yang terkenal dan wajib di datangi oleh para pelancong yaitu Pasar Great Market Hall. Uniknya pasar ini berada di salam gedung kuno. Lokasi berada di pinggi Sungai Dunabe. Ya namanya pasar ya. semua ada dari Tshirt, Boneka Porselen Gantungan kunci, sampai Wine yang harganya saya sampe kaget murah sekali cuma 3.1 Euro.

Great Market Hall Budapest (Dok.Pribadi)
Pasar ala Eropa seperti ITC di Jakarta, Great Hall Market Budapest (Dok.Pribadi)

Wine yang  harnya cuma 3.1 Euro (Dok.Pribadi)
Sebagai orang Indonesia asli, salah satu kebiasaan kalau berkunjung ke suatu daerah pasti mencari oleh oleh. Padahal saya sudah di bilang hati hati dalam memilih oleh2 karena kebanyakan buatan Asia juga. Dan juga mengingat kurs Euro saat itu yaitu  1 Euro = Rp. 15.600 lumayan juga kan. Di seberang pasar terdapat semacam lorong jalan yang merupakan tempat orang mencari cindera mata. Saya pun sempat membeli beberapa Tshirt walau saya sadar pasti buatan Asia. Tapi tidak jadi masalah karena kapan lagi hehe. Selain Tshirt saya juga membeli bendera Hungaria bordir yang akan saya tempel nanti di ransel backpack.

Di pinggir sunga Dunabe saya juga sempat melihat adanya counter City Bike. Ini bisa salah satu alternatif untuk keliling kota alias city tour murah dengan memakai sepeda. Konsep City Tour ini memang sudah banyak di aplikasi di negara negara besar. Sewaktu saya di Wina Austria pun sempat melihat ini di sudut kota. Dengan banyak line khusus sepeda di kota ini jadi tidak usah kwatir karena pemakai sepeda dapat lebih nyaman.

Sistem bayaranya pakai kartu kredit harganya 24 jam sebesar 500 Forint atau USD 1.8. Cukup murah kan. Saya rasanya ingin coba tapi sayang tidak punya kesempatan.

City Bike Budapest (Dok.Pribadi)

Saya juga berkunjung ke gereja katolik terbesar di Budapest yaitu St Stephen Basilica yang di bangun tahun 1843. Ada yang menarik di dalam gereja tersebut, Lengkapnya di sesi terpisah aja ya.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya. Sila tinggalkan komentar untuk perbaikan.
Budapest Eropa Timur Yang Mempesona Budapest Eropa Timur Yang Mempesona Reviewed by yuli harry on 7:39:00 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.